Jumat, 29 Oktober 2010

Sepenggal Tanya Yang Tak Tertuntaskan

ada sepenggal tanya
yang belum tertuntaskan
dari sorot mata
yang kau bawakan padaku
entah apa,
dan kapan akan terjawab

Jepara, Oktober 2010

Rabu, 09 Juni 2010

Catatan Senja

senja mulai turun dengan warna merah, burung camar bergegas ke sarang setelah memenuhi titah tuhan mencari rezeki. matahari yang merah itu, menjadi perhatian setiap yang berdiri di bibir pantai ini, menantikan detik-detik pergantian siang malam. ratusan gambar tercipta dari perekam gambar mereka. sekedar oleh-oleh untuk kenangan di hari itu...

Selasa, 08 Juni 2010

Sawah, Petani

petani itu masih menatapsawahnya
mendung masih tetap menggantung
dan sesekali merintikan gerimis

petani itu masih menatap sawahnya
telur-telur itu mulai menetas
menjadi serbuk putih
yang melekat di batang-batang padi
hari demi hari, serbuk putih semakin memanas
batang-batang padi pun layu
oleh serbuk putih yang berubah hijau kecoklatan
dan menyebar hampir seluruh lahan persawahan

petani itu masih memandang sawahnya
kosong, tak ada apa dilakukan

berliter-liter pestisida tlah disemprotkan
laksana gerimis pagi ini
namun, seluruh batang padi tlah layu
tinggal jerami yang mengering
tanpa hasil yang bisa dipanen
bahkan sebulir padi yang tertinggal
lebih dulu menjadi santapan burung pipit
yang hampir kelaparan

Jepara, Juni 2010

Senin, 07 Juni 2010

Sungai Mati

awan ini tak segera menjelma rintik
menjadi gerimis yang sangat dirindukan para petani
meski hujan baru saja pergi
setelah senja kemarin meninggalkan terik

dan kini awan yang menutup seluruh sinar mentari
tak lagi menjadi teman petani
saat lumpur sawah mulai memecah dan melukai kaki

pagi ini, seorang petani
dengan tangki penyemprot hama dipunggungnya
hanya berdiri memandang sawahnya
tatapnya kosong
karena sungai mereka tlah mati

Jepara, Juni 2010


puisi ini juga diposting di arzetha

Mendung

Sabtu 5 juni 2010, pagi yang cerah berganti dengan siang yang sangat gelap. Mendung tiba-tiba menggelayuti langit. Udara pun menjadi pengap. Seolah telah menjadi penyempurna hati yang meradang dalam kegalauan sekian lama.

Hujan tak kunjung merintik. Menjadikan penantian semakin panjang hanya untuk securah berkah kesegaran dari langit. Hari semakin redup, karena matahari tak lagi sempurna terangi bumi. Semenjak mendung yang bergulung dari langit utara, aku masih tertegun. Menunggu satu senyum yang akan menjadi bekal untuk lalui larutnya malam minggu ini.

Senja menjelang. Aku sempatkan untuk menyapa. Menyapa alam disekitarku. Gunung, lembah, sungai hingga laut. Saat angin terus mengikis peradaban manusia. Dari sisi muara menuju rumah-rumah penduduk. Dan aku masih disini, pada dermaga persinggahan sementara. Menunggu, meski tanpa kepastian atas penantian ini.

Perahu-perahu nelayan mulai bergerak menjauhi dermaga. Meninggalkan perempuan-perempuan yang menatap kosong, lurus ke depan. Hingga hilangnya perahu dari pandangan. Sementara matahari terus merayap perlahan. Meski tanpa jejak perjalanan, namun hari semakin renta menuju penghujung senja. Saat seorang ibu muda menatap lurus ke depan hingga perahu hilang dari pandangan.

Hari ini seolah tanpa gairah. Matahari menyapa tanpa sengatan yang kuat. Juga angin yang tak mampu segarkan kegerahan jiwa-jiwa manusia. [Jepara]

Jumat, 04 Juni 2010

Catatan Hari Ini

Waktu, waktu ini tak pernah mau kompromi. Ada banyak sekali moment yang harusnya menjadi catatan. Namun hanya satu yang tercatat menjadi sebuah puisi. Semoga akan lebih produktif lagi.

Kamis, 03 Juni 2010

Senyum Yang Menyejukkan



Senyum itu, telah menjadi simbol dan pengganti kata sapa yang entah kapan akan terucap. Satu senyum yang akan menyejukkan hati. Satu senyum yang mungkin akan selalu ada, untuk ku.

Banyak sekali, dan sering sekali kawan-kawan mengirimkan pesan untuk selalu menyampaikan senyum kepada siapa saja yang kita temui. Karena senyum itu akan menjadikan hati kita semakin lembut. Karena dengan tersenyum maka kebutuhan hati akan terpenuhi, sehingga akan menjadikan hati semakin hidup.

Hari ini, sudah sore bahkan, tanpa diduga ada sebuah kiriman senyum yang begitu indah dan menyejukkan. Senyum yang dilambangkan dalam pesan singkat handphone. Begini isinya ”kukirimkan senyum ini utkmu... :o)” Meski hanya melalui sebuah simbol tapi itu biasa dan banyak digunakan para sms mania. Para pengguna handphone yang maniak sms pasti sudah lumrah menggunakannya. Begitu kuterima sms itu, entah kenapa langsung membuat perasaan menjadi adem. Hehehe... lebai ya..

Senyum itu membuatku kuat. Senyum itu pun membuat hatiku tersenyum. Namun entah kenapa aku masih saja terpuruk disini. Sudah beberapa hari ini aku kehilangan semangat. Entahlah. Apakah ini adalah saatnya. Atau ini adalah masa-masa transisi yang juga harus aku lalui untuk mendapatkan yang lebih baik.

Semoga senyum itu akan selalu ada. Semoga senyum itu benar-benar akan menguatkan aku di setiap saat. Dan dalam kondisi apapun. Senyum yang akan menyejukkan hati. Semoga.

senyum rame-rame


senyumpun bisa diukur


kalau ini senyuman alam



* semua gambar diambil dari searching di www.google.com